Berdamai dengan Gajah dan Kota Telur Asin Chapter1 ( JKT-Solo-SBY-JBR )

Rabu, 29 Juni 2011
Kurang lebih pukul 13 lebih sedikit saya tiba di Pool OBL Kebayoran Lama, seperti biasa saya langsung go show saja tanpa memesan tiket sebelumnya. Ternyata inilah awal dari CaPer “Berdama dengan Gajah”.
 
Saat memasuki ruang tunggu juga loket penjualan tiket OBL sudah tampak banyak sekali calon penumpang lengkap dengan aneka bawaannya, maklum saat itu adalah musim liburan sekolah dan bertepatan dengan libur nasional. Langsung kuhampiri Mbak-Mbak penjaga Loket bermaksud untuk membeli tiket ke Jember. “Habis Mas” pernyataan Pahit yang terucap dari bibir Front Liner Ticketing OBL tersebut waduhhh ini salahku kenapa tidak memesan tiket sebelumnya. Panik? Oh jelas…. Berbagai macam rencana pengganti berseliweran di otakku, antara mau mundur besok atau tetep berangkat hari ini… akhirnya kuputuskan Tetap berangkat hari ini, entah naik apapun nanti sing penting iso muleh

Lebak Bulus
Ya ini menjadi terminal pilihanku, dengan menumpang Taksi Express dari Pool OBL saya diantar menuju Terminal Lebak Bulus menembus kemacetan Jl. Arteri Pondok Indah siang itu. Sempet menghubungi BMC 1 Pak Wahyudi Irianto, sekedar menanyakan mudik atau tidak, namun ternyata Beliau tidak mudik. Mas Ferizal juga baru mudik keesokan harinya naik PK dengan tiket Rp. 300,000 hehehehehe….. Tidak sia-sia juga Pak Supir mencari jalur alternative menuju Lebak Bulus, akhirnya kurang lebih jam 14 saya tiba di Terminal Lebak Bulus. Setelah kutebus Argometer Exprees sebesar Rp. 45,000 saya bergegas menuju Loket Penjualan Tiket.
 
LORENA VS Gajah Mungkur
Si Ijo ini menjadi tujuan pertamaku sebagai pengganti OBL karena seingatku Lorena berangkat jam 14:30 dan berharap masih ada sisa seats untukku. Kuhampiri loket penjualan tiket Lorena dan kutanyakan tiket tujuan Jember, ternyata masih ada dengan harga Rp. 290,000. Tak langsung kuputuskan membeli karena memang masih cukup lumayan sisa seats yang ada, kuputuskan untuk pamit sebentar mau melihat kira-kira armada apa yang dipakai Lorena sore itu. Lho, kok belum kelihatan batang knalpot nya?? Kutanyakan pada crew Lorena yang kebetulan lagi bersandar di pagar batu depan jalur keberangkatan dan dijawab bis nya belum masuk, diperkirakan nanti jam 5sore baru masuk terminal Lebak Bulus. Alamak mau sampai Jember jam berapa aku besok???? Jadi inget info dari Crew dan TL yang sedang on duty ke Bali di Rembang terjebak macet sampai 5jam. Di tengah-tengah kebimbanganku, aku dikejutkan oleh tepukan di pundakku, wah ternyata Mas Budi, dia ini Pengawal Bis Gajah Mungkur, langsung saja kutanyakan “Bos, ijek ono kursi ora, siji wae nggo aku?” “ Ijek Mas, VIP Pacitan, kebetulan ono cancelan iki mau jatah Cibitung” jawab Mas Budi dan langsung aku Sepakati, deal hehehehehe…..
 
Perjalananku ke Jember sore itu kuputuskan estafet via Solo dengan menumpang Gajah asal Wonogiri. Tiket VIP Class sebesar Rp. 115,000 sudah ditanganku lengkap dengan Voucher Service 1x Makan. Ternyata sore itu saya mendapatkan armada Gajah Mungkur AD1431FG dengan karoseri Laksana LEGACY, hmmm not bad…
 

Gajah Mungkur VIP Plasa GM Cibitung

Gajah Mungkur VIP Plasa GM Cibitung

Kira kira pukul 14:30 Gajah dari Wonogiri ini melenggang meninggalkan Terminal Lebak Bulus, kemacetan langsung menghadang langkah OH1521 ini. Kulihat dari kaca jendela, tetes air hujan mulai turun membasahi aspal Jl. Raya Pasar Jum’at sore itu.  Dengan penuh rasa sabar namun tetep optimis Gajah bertato Panorama karya Mas Aris Jangkrik ini terus menerobos kemacetan yang paling banyak disebabkan oleh Bis Pariwisata yang parkir di bahu jalan juga banyak yang memutar arah. Jam 4 sore, Si Gajah memasuki Pusat Layanan Pelanggan Cibitung. Tidak menunggu lama, segera penumpang yang telah menunggu sedari tadi bergegas menempati tempat duduknya masing-masing dan Gajah pun kembali meninggalkan Plasa GM Cibitung.
 
Mengingat perjalanan yang akan saya tempuh masih sangat panjang, kuputuskan untuk istirahat, menikmati perjalanan layaknya penumpang biasa merasakan kenyamanan Seats Karya Logam dalam timangan kelembutan suspensi Mercedes-Benz OH1521 diiringi alunan music Pop Keroncong Eyang Hetty Koes Endang Zzzzz….
 
RM Taman Sari II

Gajah Mungkur VIP RM Taman Sari II Pamanukan

Gajah Mungkur VIP RM Taman Sari II Pamanukan

Menjelang Maghrib Gajah memasuki RM Taman Sari II Pamanukan. Kulihat di parkiran OBL tampak berjajar rapi 2 Gajah Temanngung berdapur pacu OH1518XBC Matic dan MAN. Segera kubergegas untuk menunaikan sholat Maghrib dan sekedar membersihkan muka. Nampaknya RM Taman Sari lagi berdamai dengan menu Ikan, sebab bulan sebelumnya saya mudik dengan OBL mendapatkan menu yang serupa. Malam ini voucher Makan kutukar dengan menu Nasi + Ikan Bakar + Tempe Kecap + Teh Manis, sengaja sayurnya tidak kuambil secara menu ikan dipadu sayur kacang panjang??????
 
Pantura Night Safari
Waktu istirahat dirasa cukup, Gajahpun bersiap segera melanjutkan perjalanan ke Wonogiri menembus debu Pantura. Kali ini kendali dipegang oleh Mas Kanang. Tak menunggu lama, pertunjukan hiburan Pantura Night Safaripun dimulai, masing-masing pemeran mulai dari tokoh utama hingga figuran berlomba saling mempertunjukkan kemampuan mereka dalam menaklukkan aspal Pantura malam itu.Memang malam itu masih didominasi oleh Parade Bis Soloensis, masih tercatat di benak saya saat itu yang turut meramaikan antara lain Gajah Mungkur, GMS, Harapan Jaya, Sedya Mulya, Rosalia Indah dan iring-iringan Bus Pariwisata Blue Star.
 
Kondisi hujan menyebabkan suhu kabin semakin dingin menusuk yang memaksaku untuk mengambil posisi wuenakk dan menarik selimut beludru untuk mencoba sekedar menghangatkan badanku. Malam itu nampaknya lalu lintas Pamanukan-Cirebon cukup bersahabat sehingga mata ini masih bisa terjaga hingga exit Bakrie Toll Road.
 
Memasuki Brebes kemacetan mulai terlihat, lalu lintas mulai tersendat, kulihat di beberapa titik banyak petugas mengatur agar lalu lintas tetap bergerak. Nampaknya kemacetan malam itu tak sesingkat yang kubayangkan, mata ini pun akhirnya memutuskan untuk mengakhiri menyaksikan kemacetan yang belum kuketahui di mana pangkal dan ujungnya.
 
Kamis, 30 Juni 2011
 
Lepas tengah malam Si Gajah masih berusaha berkelit dari kemacetan, kulihat di luar jendela berusaha mencari info lokasi saat itu dan ternyata masih di Kab. Brebes. Nampaknya malam itu saya tertidur dalam buaian bumi kota Telor Asin Brebes, berarti tiga jam lebih Si Gajah terjebak macet di Brebes. Perlahan Si Gajah semakin mendekati ujung kemacetan dan akhirnya pun Blasss….
 
Lepas dari kemacetan, Mas Kanang langsung menggeber tunggangannya untuk memnuntaskan hasrat yang sempat tertunda hehehehhe… tampak GMS SE Scorpion King di depan yang gesit membuka jalan dan diikuti oleh Mas Kanang. Kembali rasa ngantuk menghampiri dan sayapun tidak ada niat untuk melawan, so ZZZzzzzz…
 
Mengejar Fajar Weleri – Solo
Jam 4 Subuh, Gajah Mungkur AD1431FG memasuki RM Sendang Wungu, Weleri. Di sini sempet bertemu dengan kawan-kawan yang onboard GMS Scorpion King.
 
Seolah tak ingin keduluan dengan Fajar, si Gajahpun segera bergegas meninggalkan kota Weleri. Subuh itu niat untuk menyongsong Fajar kota Solo tak berjalan mulus, jalur Semarang – Solo didominasi iring-iringan truck yang menyebabkan perjalanan terhambat. Untungsaja sepanjangh Semarang –Solo tidak banyak menurunkan penumpang jadi tidak banyak waktu yang tersita untuk berhenti. Tepat jam 8 pagi, Gajah Mungkur AD1431FG bersandar di Terminal Tirtonadi, Solo. Ternyata hanya saya sendiri penumpang yang turun di Solo pagi itu. Maturnuwun to Crew GM AD1431 FG J
 
Solo – Surabaya by EKA CEPAT

Memasuki peron Terminal Tirtonadi jalur keberangkatan Surabaya. Kulihat sudah ada mbak EKA yang menunggu dengan manis. Kusempatkan mampir ke Toilet dulu untuk sekedar membersihkan diri ala kadarnya xixixixixixi…

EKA CEPAT Solo - Surabaya RM DUTA Ngawi

EKA CEPAT Solo – Surabaya RM DUTA Ngawi

 
Kuhampiri EKA bernopol S 7293 US yang terparkir rapi di jalur keberangkatan. Sempat ragu antara naik SK LEGACY atau EKA ini… ah akhirnya kubulatkan tetep naik Patas saja. Segera kunaiki EKA berdapur pacu Hyundai berbalut body Adi Putro Marcopolo. Okupansi penumpang pagi itu belum banyak, jadi saya bebas memilih tempat duduk dan akhirnya kuputuskan seats no 3D. Akhirnya pagi itu perjalananku ke Surabaya akan dibuai oleh kelembutan seats Aldilla dan sekaligus pertama kalinya saya merasakan EKA bermesin Hyundai tersebut yang katanya suspensinya lebih empuk disbanding HINO RK8. Setelah menunggu sekitar 20 menit akhirnya jok terisi penuh yang didominasi oleh mahasiswa yang ingin kembali menuntut ilmu setelah libur long weekend J
 
Makan pagi kutebus dengan menu Soto Ayam RM Duta, Ngawi.
Udara Kota Ngawi yang sudah mulai hangat mengiringi perjalanan menuju Surabaya. Memasuki kota Jombang kemacetan kembali menghadang laju Patas CEPAT ini. Sempet berkirim sms ke Mas Prima Wahyu, mohon maaf Mas Prima sudah merepotkan siang itu J
 
Surabaya – Jember by Patas Jatim Tjipto
 
Siang itu sekitar jam 2 siang Patas EKA mendarat di Terminal Purabaya, Bungurasih. Terik matahari, letih dan lapar tak menyurutkan semangatku untuk meneruskan kembali perjalananku menuju kota yang berselogan Jember Terbina. Patas Tjipto sudah bersiap di jalur keberangkatan. PO yang cukup legendaries di jalur Patas Jatim ini sudah mulai surut eksistensinya, namun dengan keterbatasan armada yang ada tetap berusaha menemani Pelanggan setianya di jalur Patas Surabaya – Jember. Berbekal Mercy OH1518 dengan body rombakan ala Travego Tjipto berusaha menarik para Commuter yang ingin menuju Jember. Saya sendiri menempati seats no 1 turut menunggu seats terisi penuh sambil melihat aksi para Pencari Penumpang berlomba mendapat tangkapan.
 
Jam 3 sore patas Tjipto bergerak meninggalkan Terminal Purabaya, Bungurasih. Badan ini cukup terasa lelah karena sudah menempuh 24 jam perjalanan, tapi tak sedikitpun sesal terlintas dibenakku, inilah konsekuensi yang harus kunikmati, Mungkin jika saya bukan Bismania, aktifitas ini akan menjadi momok yang sangat menyeramkan. Sepertinya saya harus kembali lagi berdamai dengan kemacetan di sepanjang Porong – Pasuruan. Untung saja saya masih menyimpan bekal, roti dan minuman ringan cukup untuk menggancal perutku selama 4 jam perjalanan. Di Pasuruan saya berpapasan dengan AKAS ASRI Jet Bus OH1526 tujuan Rawa Mangun Jakarta. Wah boleh nih nanti trip Jember – Jakarta menggunakan AA, namun ternyata oleh Nyonya sudah dibelikan tiket OBL J Sore itu saya mengakhiri perjalanan panjangku jam 6:30 malam

——————

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s