PUNCAK DARI KEBEBASAN SEKS (BAGIAN II)

PUNCAK DARI KEBEBASAN SEKS (BAGIAN II)
Rabu, 26 Desember 2012 | 09:51 WIB

JIBI/Solopos

SOLO–Perilaku seks di kalangan pelajar di Wonogiri bagaikan gunung es. Banyak kasus mulai seks bebas hingga pencabulan dan pemerkosaan.

“Saya tak bisa menyebutkan berapa jumlahnya. Namun, yang jelas mencapai ratusan [kasus] dalam setahun,” kata pegiat LSM Masyarakat Wonogiri Peduli Perempuan dan Anak (MWPPA), Siti Muslimah, pekan lalu.

Hasil pendataan Muslimah, 80% kasus-kasus pencabulan, pemerkosaan serta kekerasan seks lainnya di kalangan pelajar berakhir dengan mediasi. Sementara, yang berlanjut ke proses hukum tak sampai 5%. Sisanya, sebagian melalui pernikahan paksa dan sebagian pelaku kabur.

“Tahun ini, yang berlanjut ke proses hukum hanya 24 kasus. Adapun yang berujung damai, kabur hingga tak diketahui saya kira mencapai ratusan [kasus],” katanya seraya menyebutkan kasus asusila merata pada anak SMP hingga SMA dan sederajat. “Bahkan, [kasus pada] anak-anak SD juga ditemukan,” tambahnya.

Perkiraan Muslimah ini cukup masuk akal. Simak saja data yang dilansir oleh
Pengadilan Agama (PA) Wonogiri. Pada 2010, sedikitnya ada 55 permohonan dispensasi kawin. Sedangkan di 2011 meningkat menjadi 76 permohonan. Awal 2012 hingga November, jumlahnya mencapai 72 permohonan. Tentu saja, jumlah itu hanya segelintir dari jumlah kasus pergaulan bebas para pelajar yang berujung pada pernikahan.

Dispensasi kawin ialah sebuah upaya yang diajukan oleh calon mempelai laki-laki yang berumur di bawah 19 tahun atau perempuan yang di bawah 16 tahun agar pernikahannya diizinkan. Mayoritas alasan permohonan dispensasi kawin ialah karena yang bersangkutan telah hamil.

DARI HOTEL HINGGA WARNET

Salah warga Baturetno Wonogiri, Tarmuji, menyebut lokasi yang menjadi tempat favorit para pelajar untuk berpacaran hampir merata di Wonogiri. Ada hotel, rumah kosong, temat indekos serta warnet. Lalu lokasi wisata, hutan, pegunungan, jalan yang sepi juga menjadi tempat favorit para pelajar.

“Wonogiri ini kan lokasi geografisnya sangat luas. Jadi, banyak sekali tempat yang dijadikan lokasi mesum. Apalagi, rata-rata orang tua mereka kan boro, jadi pengawasan enggak ada,” katanya.

Sejumlah lokasi favorit yang menjadi mangkal para siswa-siswi berpacaran secara bebas antara lain Selo Belah, Jeblokan, Karang Tengah, di perbatasan Giriwoyo-Donorejo, kawasan Waduk Gajah Mungkur (WGM) wilayah Baturetno antara Desa Temon-Setrorejo, Baturetno, jalan terowongan di perbatasan Baturetno-Watuagung, kawasan Museum Karst Pracimantoro.

“Di perbatasan Giriwoyo-Donorejo [Pacitan], mereka melakukan seks bebas di motor dan di tepi jalan. Makanya, setiap hari ditemukan banyak kondom di sana,” paparnya. (Tim Espos/LN)

@YudiKristianto | CEO @SIH_Tour | yudikristianto@hotmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s