“Watuk iso ditambani, lha yen watak, piye?”

“Watuk kui iso ditambani, lha yen Watak kui ilange bareng karo sing nyandang”

Di masyarakat, baik disengaja maupun tidak,  kita sering mendengar ucapan tersebut diatas.  Ungkapan tersebut sering kita lihat keluar dari mulut seseorang yang sedang  galau atau gamang menghadapi seseorang yang mempunyai karakter kurang baik. Terbesit di benak orang tersebut bahwa kelakuan buruk terlihat melekat  dengan seterunya. Sehingga dia tidak mempunyai daya atau kekuatan untuk merubah keadaan, yang oleh logika mereka merupakan hasil dari kelakuan buruk dimaksud.

Watuk merupakan salah satu penyakit yang bisa disembuhkan dengan obat dari dokter. Tetapi watak adalah karakter atau kelakuan seseorang dalam merespon sesuatu. Dalam kontek ini watak dikoneksikan dengan kelakuan  negatif atau buruk yang muncul, ketika seseorang merespon lingkungan_tertentu, yang tidak bisa disembuhkan oleh obat dari dokter.  Kelakuan buruk dimaksud telah terinternalisasi ke dalam dirinya, sehingga muncul sebagai brand atau citra atau cap.

Watak adalah cap yang menurut pemahaman umum susah dirubah. Orang yang berwatak buruk atau berkelakuan buruk susah berubah, memang sudah dari sono-nya begitu. Inilah pendapat yang bergulir di masyarakat dan menjadi keyakinan masyarakat secara umum. Masyarakat tentu tidak bisa disalahkan begitu saja, memang berdasarkan pengalaman orang yang berwatak buruk susah berubah menjadi baik.

Baik dan buruk sebenarnya suatu pendapat yang sifatnya sangat relatif. Artinya  baik dan buruk merupakan suatu penilaian subyektif. Hasil dari penilaian itu tergantung dari subyek yang memberikan penilaian. Sedangkan subyek yang memberikan penilaian akan sangat dipengaruhi oleh data atau pengalaman hidup pribadinya. Dengan demikian kita bisa mengatakan bahwa watak yang buruk berdasarkan penilaian seseorang, tidak selalu berujung buruk oleh penilaian orang lainnya.

Watak merupakan manifestasi  batin seseorang yang muncul ke permukaan menjadi tingkah laku. Dan tingkah laku inilah yang dinilai oleh orang lainnya. Jadi watak mempunyai hubungan langsung dengan batin seseorang. Dan batin seseorang dengan kacamata tertentu bisa kita lihat dan kita perbaiki. Dunia batin itu kita sebut dengan istilah ” alam bawah sadar”.

Di alam bawah sadar itulah tempat memori manusia berada sejak dari lahir sampai saat sekarang ini. Dan memori  itu bisa kita akses. Memori itulah sebenarnya yang mempengaruhi sikap atau tingkah laku kita. Dan apabila memori itu bisa kita akses dan kita berikan ” resolusi”_ sesuai kehendak kita, maka selanjutnya tampilan orang dimaksud akan berubah.

Watak bukanlah bawaan dari pabrik tetapi merupakan hasil pembelajaran atau pembiaran.

@YudiKristianto | CEO @SIH_Tour | yudikristianto@hotmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s